Merauke - Tim Asisten yang terdiri atas Polri, Kejaksaan, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Pelindo dan  instansi terkait lainnya memberikan pendampingan terhadap pembangunan perpanjangan dermaga Pelabuhan Merauke  yang pemasangan tiang pancangnya akan segera dilakukan dalam waktu dekat ini. Pendampingan dari Tim Asisten ini terkait dengan kemungkinan adanya aksi-aksi yang akan menghambat pembangunan perpanjangan dermaga dengan ukuran 75 x 30 meter itu.

Kapolres Merauke AKBP Taufik Irpan Awalluddin, SH, yang mempimpin rapat Tim Asistensi tersebut mengungkapkan, tim asistensi ini dalam rangka memberikan pendampingan untuk pembangunan perpanjangan dermaga pelabuhan tersebut. Pemenang tender untuk pembangunan perpanjangan dermaga ini adalag PT Hutama Karya  yang merupakan perusahaan plat merah (BUMN).

Kapolres menjelaskan, kedepan tidak menutup kemungkinan adanya orang atau kelompok tertentu yang merasa belum dibayarnya hak ulayat  terhadap dermaga tersebut.

‘’Ini menjadi sikap yang kita apresiasi kalau yang mau bertanya. Tapi, harus diingat bahwa Pelindo membangun Pelabuhan di Merauke adalah tugas negara dalam rangka memberikan pelayanan yang baik. Kalau ada permasalahan atau tuntutan, tentu Pelindo akan  berkoordinasi dengan instansi terkait terutama dengan bupati sebagai kepala daerah,’’ katanya.

Tentunya lanjut Kapolres, jika akan masyarakat atau kelompok yang mengajukan tuntutan, maka pihaknya akan koordinasikan dengan Pelindo untuk secara berjenjang diteruskan ke Jakarta. Namun demikian, lanjut Kapolres, jika ada tuntutan bukan berarti pembangunan harus berhenti. Tapi pembangunan harus tetap jalan. Karena yang akan dilakukan adalah mengakomodir  aspirasi atau tuntutan yang disampaikan untuk bisa diteruskan ke pimpinan atas.  ‘’Kalau ada yang mencoba menghambat pembangunan berarti melanggar UU. Kita kan siap berunding. Karena mereka (Pelindo) kan membangun atas nama negara. Ini yang harus diperhatikan. Saya minta siapapun orangnya nanti harus hormati  negara ini,’’ujar  Kapolres .

Kapolres juga meminta Pelindo agar CSR dari peruhaan BUMN tersebut diberikan rangka pemberdayaan masyarakat setempat.  ‘’Kalau ada CSR  berikan untuk pemberdayaan masyarakat setempat,’’ tandasnya.

Sementara  itu, General Manager  Pelindo IV Cabang Merauke Hidayat mengungkapkan, perpanjangan  dermaga ini dalam meningkatkan produktivitas  kegiatan kapal  yang bersandar. Karena dengan  perpanjangan dermaga  ini maka nantinya jelas Hidayat,  akan dipasang fix crane dalam rangka menunjang kegiatan bongkar muat  peti kemas dari kapal ke dermaga dan sebaliknya.

‘’Kalau  eksisting  bongkar muat sekarang  ini,  diangkat 10-12 boks perjamnya. Tapi, kalau nanti   dermaga ini selesai dan  fix crane dipasang maka maka volumen bongkar muat  18-24  box  perjamnya. Artinya produktivitas bongkat muatnya jauh lebih banyak perjamnya,’ tandasnya. (McMrk/02/Abd/Eyv)