Kabupaten Merauke, Papua Selatan
Informasi Masyarakat

BKSDA Papua Melepas 600 Ekor Anakan Ikan Arwana di Sekitar Kali Wanggo

AAdmin Portal
2,569 views
2 menit baca
Bagikan:
BKSDA Papua Melepas 600 Ekor Anakan Ikan Arwana di Sekitar Kali Wanggo

Merauke, InfoPublik - Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Papua melepas kembali 600 ekor anakan ikan Arwana ke habitatnya yakni ke alam bebas  tepatnya di sekitar Kali Wanggo, Distrik Sota-Merauke-Papua, Rabu (22/4).

Terhitung 600  anakan Arwana yang dilepas ini dikumpulkan dari 14 pengusaha ikan Arwana di Merauke.  ‘’Ya kemarin, kita melepas  600 ekor anakan Arwana ke habitatnya, tepatnya di sekitar Kali Wanggo. Arwana yang kita lepas ini dikumpulkan dari 14 pengusaha Arwana selama ini,’’ kata Kepala Balai Besar KSDA Papua Ir. M.G Nababan,  kepada media center,  Kamis (23/4). 

Menurut Nababan, 600 ekor anakan Arwana yang dikumpulkan  tersebut wajib dilakukan oleh para pengusaha ikan Arwana dalam rangka memberikan perlindungan dan melestarikan  keberadaan ikan Arwana  di bagian Selatan Papua tersebut.

Menurutnya, pelepasan  kembali anakan Arwana ini ke habitatnya merupakan yang pertama kali dilakukan dan kedepan akan dilakukan setiap tahunnya. ‘’Kita tidak muluk-muluk. Dari 600 ekor itu, kalau bisa bertahan hidup 100-200 ekor saja untuk berkembang biak lagi sangat disyukuri. Karena dari 1 ekor ikan itu jika  beranak bisa 20-50 ekor,’’ katanya.

Dikatakan Nababan, pengembalian anakan Arwana ke habitatanya ini merupakan bagian dari konservasi yang dilakukan pihaknya yakni perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan.

’’Kita ketahui bahwa masyarakat kita di Papua  ini masih peramu dan sumber hidupnya masih tergantung dari alam. Kalau dibilang tehnologi budidaya masih  jauh. Sedangkan kita punya potensi,  sehingga kita lakukan pemanfaatan. Tapi  kita jaga supaya bisa berkelanjutan. Pemanfaatan yang lestari,’’ katanya.

Karenanya, jelas dia, dilakukan pelepasan kembali ikan Arwana tersebut ke habitatnya sehingga populasi bisa bertahan sepanjang masa atau berkembang dengan harapan dapat menjadi  sumber ekonomi masyarakat.

‘’Kalau kita lihat dari pencarian yang ada, maka itu sangat potensial. Karena  sekitar Rp 5 miliar uang beredar di  masyarakat dari mata pencarian ini setiap tahunnya. Itu baru satu item. Belum yang lainnya,’’ terangnya.

Sekadar diketahui, anakan Arwana ini    hanya beranak sekali dalam setahun yakni antara bulan Oktober sampai Pebruari tahun berikutnya. (02/mcmerauke/Kus)

Terakhir diperbarui: