Kabupaten Merauke, Papua Selatan
Berita

BNI Bantu Renovasi SD Inpres Mangga Dua Merauke

AAgustina Koliludjur
3,564 views
2 menit baca
BNI Bantu Renovasi SD Inpres Mangga Dua Merauke
Bagikan:
BNI Bantu Renovasi SD Inpres Mangga Dua Merauke

MERAUKE- Bank     Negara Indonesia  (Persero)  memberikan kepedulian kepada dunia pendidikan dengan melakukan renovasi terhadap SDN Inpres Mangga Dua-Merauke yang merupakan salah satu dari 9 sekolah yang direnovasi oleh BNI di seluruh Indoensia.  Direktur Transaksi Luar Negeri BNI  Panji Irawan mengungkapkan, program ini sebagai bentuk  kepedulian BNI terhadap dunia pendidikan.  ‘’Ini adalah sebagai salah satu tanggung jawab kami kepada lingkungan komunitas sebagai bentuk kepedulian kami kepada pendidikan dimana kami turut andil dalam mengambil peran mengembangkan dunia pendidikan,’’ katanya saat peresmian SDN Inpres Mangga Dua yang direhab tersebut.  Bupati Merauke Frederikus Gebze, SE, M.Si  berterima kasih kepada pihak BNI yang telah memberikan perhatian kepada Merauke dimana salah satu dari 9 sekolah yang mendapatkan bantuan tersebut di seluruh Indonesia berada di Merauke. 

Menurutnya,  apa yang dilakukan ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi untuk mengurangi beban pemerintah. Dimana  BUMN dan swasta bisa mengambil peran dalam membantu pemerintah  mengurangi beban tersebut. ‘’Ini merupakan kerja sama yang baik dan bisa menjadi instrument  untuk kita sampaikan kepada pihak ketiga lainnya untuk melakukan hal seperti ini, supaya ikut mengurangi beban pemerintah,’’ katanya.  Ditambahkan,  Kabupaten Merauke memiliki dengan cakupan wilayah yang cukup luas dengan penyebaran penduduk yang tidak merata,  memiliki program khusus  memberikan perhatian serius terhadap anak-anak asli Papua. ‘’Sedang kita kerja sama untuk inventarisasi, pendataan dan pemetaan dengan baik supaya peruntukan dan penggunaaan tepat sasaran, terukur dan terpercaya, akuntabel dan transparan,’’ katanya.

Dengan revovasi tersebut,  Bupati Frederikus Gebze minta kepada pihak sekolah dan orang tua  untuk menjaga dengan baik bangunan sekolah yang sudah direhabilitasi tersebut.  Sementara itu, Kepsek SD Inpres Mangga Dua,  Thomas Litiay mengungkapkan sebelumnya  3 ruangan sekolah tersebut tidak layak digunakan karena dibangun sejak tahun 1982. Pihaknya sudah mengajukan beberapa kali untuk dilakukan rehabilitasi  namun belum mendapatkan perhatian, namun pihaknya dapat memahami karena  pemerintah pasti punya skala prioritas lainnya. ‘’Kami boleh berbangga karena pada akhirnya dari sekian sekolah yang ada di Merauke, kami   yang terpilih untuk menjadi sasaran untuk gedung sekolah kami direhab,’’ jelasnya. Ditambahkan,  dari total siswa 360 orang,   sekitar 95 persen diantaranya atau 337 merupakan anak asli Papua.’’Jadi kami layak dan pantas untuk juga mendapatkan perhatian,’’  katanya. Karena itu, Thomas Litiay menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada pihak BNI yang memberikan perhatian tersebut. (02/mc/mrk/AHK)

Terakhir diperbarui: