Kabupaten Merauke, Papua Selatan
Berita Lain

Bulog Merauke Kirim Beras ke Jayapura Lewat Surabaya

AAdmin Portal
3,758 views
2 menit baca
Bagikan:
Bulog Merauke Kirim Beras ke Jayapura Lewat Surabaya

Merauke, InfoPublik - Bulog Merauke akhirnya mengirimkan 1.000 ton beras produksi petani musim tanam 2015 ke Jayapura, ibukota Provinsi Papua. Sebelumnya, pengiriman terkendala besarnya biaya pengiriman, dikarenakan beras harus transit di Surabaya.

Kepala Bulog Devri Merauke Zulkarnain Nurdin membenarkan  pengiriman beras ke Jayapura mulai dilakukan pihaknya pertengahan pekan tadi. "Sejak kemarin, kita sudah melakukan pengisian  ke dalam peti kemas. Rencananya, selama empat hari, pengisian kita lakukan untuk segera dilakukan pengiriman,” kata Zulkarnain yang  ditemui di Media Center, Jumat (19/6). 

Pengiriman beras dari Merauke ke Jayapura, walaupun dalam satu provinsi, terpaksa harus ke melalui Surabaya, Jawa Timur, terlebih dahulu.   Setelah itu, kemudian dipindahkan ke kapal kembali ke Papua  menuju Jayapura. Hal ini mengakibatkan  biaya  yang diperlukan untuk pengiriman cukup besar, yakni Rp1.800/kg. Dari  1.000  ton beras,  maka biaya kirimnya mencapai Rp1,8 miliar. 

"Yang membuat biaya pengirimannya besar, karena harus ke Surabaya terlebih dahulu. Kalau  ada kapal yang langsung keliling  Papua sampai di Jayapura, mungkin biayanya  akan lebih murah," jelas Zulkarnain.

Pengiriman 1.000 ton beras kali ini merupakan bagian dari 5.000 ton yang akan dikirim ke Jayapura. Pengiriman  dilakukan secara bertahap.

Selain ke Jayapura, pengiriman juga akan dilakukan ke Sorong, Papua Barat, dengan jumlah 1.000 ton.    Ini merupakan yang kedua, setelah sebelumnya dilakukan pengiriman 2.000 ton.

Zulkarnaen  menjelaskan pengiriman dilakukan karena  gudang yang dimiliki Bulog sudah penuh.  Kapasitas gudang  hanya 9.500  ton, sedangkan total pengadaan  hasil panen petani tahun ini lebih dari 10.000 ton. Ditambah stok pengadaan tahun 2014 yang masih  ada, sehingga keseluruhan mencapai Rp13.500 ton.

‘’Kita pinjam gudang dari mitra kita untuk menyimpan sebagian pengadaan yang kita lakukan  karena gudang kita yang sudah penuh,’’  katanya.

Diakui Zulkarnain, pihaknya  memiliki lahan di Kurik dan  pada ketika Direktur Utama Bulog datang saat kunjungan Presiden, beberapa waktu lalu, lahan tersebut  sudah ditinjau langsung. Rencananya tahun ini akan mulai dibangun dengan kapasitas  3.500 ton. (02/mcmerauke/toeb)

Terakhir diperbarui: