Kabupaten Merauke, Papua Selatan
Berita

Bupati Merauke Harapkan Yasanto Merauke Bisa Tetap Eksis Di Bidang Pendidikan

AAdmin Portal
4,038 views
2 menit baca
Bagikan:
Bupati Merauke Harapkan Yasanto Merauke Bisa Tetap Eksis Di Bidang Pendidikan

Merauke, InfoPublik - Yayasan Santo Antonius (Yasanto) Merauke yang selama  ini bergerak dalam bidang  pendidikan,  pemberdayaan masyarakat asli Papua  maupun dalam bidang kemanusiaan  khususnya masalah HIV-AIDS diharapkan bisa tetap eksis.

Harapan ini  disampaikan Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT,  ketika  menghadiri pemberkatan  Kantor Yasanto oleh Uskup Agung Merauke , Mgr  Nicolaus Ady Saputra, MSC, Sabtu ,(11/4). 

‘’Saya harap , Yasanto bisa tetap eksis. Yayasan ini tidak boleh mati,’’ harapnya. Ini karena  donor atau bantuan dari luar untuk  melakukan kegiatan  hampir tidak ada.

Ketua Yasanto Ir. Leonardus Mahuze, menjelaskan, Australia  berencana akan memberikan donor atau bantuan akhirnya menarik  diri akibat Bali Nine.  Bupati Romanus Mbaraka juga meminta pihak Yasanto untuk mulai berpikir bagaimana mendapatkan  penghasilan  dengan tidak  terus menerus menggantungkan  diri pada bantuan dari luar.

‘’Saya harapkan  Yasanto bisa menginventalisir  asset tanahnya  yang bisa diolah. Pemerintah  siap memberi bantuan  alat-alat pertanian. Sekarang  ini margin dari  beras cukup bagus dan kalau ini  dapat dilakukan maka Yasanto akan memperoleh income dari sana,’’ katanya.

Menurutnya,  Yasanto telah meletakan dasar   pengetahuan  bagi orang asli Papua  di bagian Selatan. Selain  bergerak dalam bidang pendidikan,   pemberdayaan ekonomi masyarakat asli  dan penanganan HIV-AIDS atau  kemanusiaan. 

Uskup Agung Merauke Mgr Nicolaus Ady Saputra, MSC menjelaskan, sejak  awal sampai sekarang, ia  tetap setia bergerak dalam bidang kemanusiaan  dan memang masalah kemanusiaan tidak ada habisnya. Karena  itu, pihaknya menyampiakan apresiasi.

Kebanggaan atas karya  kemanusiaan  tersebut.  Ketua Yasanto Ir. Leonardus Mahuze  menjelaskan, Yasanto sampai sekarang ini  sudah berumur 35 tahun sejak berdiri  tahun 1979 lalu, usia yang cukup panjang  bagi sebuah LSM.

‘’Karena tidak sedikit lembaga swadaya masyarakat yang dibentuk lalu bubar di tengah jalan. Tapi Yasanto, meski banyak tantangan dan masalah yang dihadapi  namun bisa bisa tetap ada seperti sekarang ini,’’ ujarnya.

Dikatakannya, karya  Yasanto diawali dengan bidang pendidikan dengan mendirikan STM Yasanto yang berubah menjadi SMK Yasanto, lalu   pembengembangan social ekonomi masyarakat melalui  pemberdayaan masyarakat asli Papua.

Selanjutnya  pengembangan kesehatan masyarakat melalui penanganan HIV-AIDS serta pendirian Politeknik Yasanto dengan tiga bidang ilmu  Pertanian, Peternakan dan Penangkapan. Namun    karya Yasanto yang laing besar, jelas dia adalah  bidang pendidikan dan pengembangan social ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan.   (02/MC.Merauke/Eyv)

Terakhir diperbarui: