Kabupaten Merauke, Papua Selatan
Pojok Merauke

Devisi Regional Bulog VIII Papua dan Papua Barat Targetkan Pembelian Beras Petani 30.000 Ton

AAdmin Portal
2,332 views
2 menit baca
Bagikan:
Devisi Regional Bulog VIII Papua dan Papua Barat Targetkan Pembelian Beras Petani 30.000 Ton

Merauke, InfoPublikDevisi Regional  Bulog VIII Papua dan Papua Barat menargetkan pembelian beras dari petani di Merauke pada musim panen tahun 2014/2015 ini sebanyak 30.000 ton.   Besarnya target  pembelian ini tak lain juga untuk memenuhi  permintaan dari Gubernur Papua agar beras  Merauke tersebut bisa menyuplai jatah beras PNS Pemprov Papua dan TNI Polri.

‘’Target pembelian kita untuk tahun 2014/2015 di  Merauke sebanyak 30.000 ton. Tapi kalau target itu kan bukan  harga mati. Artinya itu target terendahnya. Kita pengadaan lebih besar dari itu, jauh lebih  bagus,’’ kata  Kepala Devisi Regional Bulog Papua dan Papua Barat Arif Mandu, di Merauke, Senin (6/4).

Namun demikian, Arif Mandu mengakui jika permasalahan yang akan dihadapi pihaknya  terkait pengadaan beras dari petani tersebut adalah perbedaan harga  di tingkat petani  yang masih sangat tinggi,  yakni berkisar Rp9.000-10.000/kg. Sementara  harga beli yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp 7.300/kg.

‘’Ya mudah-mudahan saat puncak  panen nanti  harga menjadi kondusif. Artinya, harga  jual dibawah  yang ditetapkan oleh Pemerintah tersebut,’’ harapnya.

Sebab diakui Arif Mandu, pihaknya jelas tidak bisa membeli beras  dari petani Merauke itu, jika  petani menjualnya diatas  harga beli yang ditetapkan Pemerintah atau memaksa petani untuk menurunkan harga. Kecuali mekanisme pasar yang terjadi, sehingga  harga beras tersebut turun di bawah harga beli yang ditetapkan pemerintah. 

Jika kondisinya demikian, lanjut  Arif Mandu, menjadi tantangan sendiri bagi pihaknya  untuk menyerap beras petani di Merauke khususnya untuk mensuplai  jatah beras bagi PNS Pemprov. Papua  dan TNI Polri di Jayapura. ‘’Kita  akan lihat   bagaimana perkembangan harga beras hasil produksi ini,’’   terangnya.

Arif Mandu juga mengakui,  jika pihaknya telah merencanakan nantinya setelah panen untuk bisa melakukan pengiriman perdana sebanyak 5.000 ton dari Merauke ke Jayapura dengan menggunakan kapal, namun untuk rencana tersebut akan lihat sesuai dengan perkembangan  harga beras di lapangan. 

‘’Kalau kita bisa pengadaan sesuai target itu, kita bisa kapalkan. Tapi kalau target itu tidak bisa dicapai akibat selisih harga, tentunya  akan kita  pikirkan baik-baik. Jangan sampai  gudang kita di Merauke kita kosongkan lalu kita datangkan lagi beras dari luar  masuk ke Merauke. Itu tidak efektif,’’ jelasnya.  (02/mcmerauke/Kus)

Terakhir diperbarui: