Kabupaten Merauke, Papua Selatan
Berita

Dinas Kehutanan Merauke Gunakan Pesawat Tanpa Awak Dalam Survei Pemotretan

AAdmin Portal
5,228 views
3 menit baca
Bagikan:
Dinas Kehutanan Merauke Gunakan Pesawat Tanpa Awak Dalam Survei Pemotretan

Merauke, InfoPublik  -  Dinas Kehutanan dan Perkebunan  Kabupaten Merauke akan menggunakan tehnologi pesawat  tanpa awak yang disebut dengan UAV dalam melakukan survei pemotretan udara Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Merauke  Ir Effendi Kanan, menyebutkan,   kelebihan pengunanaan UAV  sebagai wahana pemotretan udara ini  hanya membutuhkan biayanya  relative kecil kemudian hasil  foto secara detail  dan menggambarkan obyek  permukaan bumi.

‘’Hasil hasil pemotretan udara dapat dimanfaatkan sebagai data untuk berbagai analisa kajian seperti pemetaan penggunaan lahan, desain wilayah, pemetaan potensi daerah baik dalam bidang pertanian, perkebunan, perikanan dan dalam bidang perenanaan wilayah dan sebagainya,’’ kata Effendi Kanan,  Kamis, (10/9).

Dalam rangka penggunakan alat tersebut, maka  mulai kemarin sampai 12 September mendatang, Dinas  Kehutanan dan Perkabunan Kabupaten Merauke menggelar pelatihan aplikasi tehnologi UAV dan Sistem Informasi Geografi (SIG) yang diikuti 30 peserta baik dari Dinas Kehutan dan Perkebunan Kabupaten Merauke maupun SKPD terkait lainnya.  

Menurut Effendi Kanan,  kegiatan  ini dilaksanakan karena dewasa ini penggunan kawasan  hutan sesuai fungsi dan peruntukannya dilakukan dalam skala besar, sehingga ketersediaan data sangatlah penting untuk melakukan analisa pemanfaatan lahan dan kegiatan monitoring sehingga pekerjaan yang dilakukan bisa berjalan efektif, efisien dan  berkelanjutan. 

Provinsi Papua, katanya, memiliki luasnya 30 juta hektar lebih. Dari   luas itu sudah dibagi atas kawasan-kawasan. Kawasan pelestarian alam dan konseservasi alam luasnya 7 juta hektar hektar,   kawasan hutan lindung  7,8 juta hektar lebih,  kawasan hutan produksi terbatas 5,9 juta hektar lebih, kawasan hutan produksi tetap  4,7 juta hektar lebih, kawasan hutan produksi  yang dapat konversi  4,8 juta hektar lebih.  

Sementara untuk Kabupaten Merauke dengan luas kawasan hutan  kurang 4,7 juta hektar lebih dengan topografi  yang rata memiliki hutan yang tinggi dan sangat luas. Sehingga pemanfaatan di berbagai sektor dapat menunjang berbagai  kegiatan masyarakat baik secara lokal maupun nasional.

Berdasarkan berbagai persoalan yang ada dalam pemanfaatan lahan di sektotr pertanian, kehutanan, perkebunan, peternakan dan   perikanan secara makro maka ketersediaan data secara sistematis dengan keakuratan yang tinggi dalam arti dapat meminilisir kesalahan sangat diperlukan, sehingga survei pemetaan sangat dibutuhkan.

‘’Sejalan dengan perkembangan jaman,   peralatan survey mengikuti tehnologi yang semakin canggi, salah satunya adalah penggunaan pesawat tanpa awak yang diintegrasikan dengan sistem sensor untuk perekaman dan pemotretan udara  dengan biaya yang lebih murah,’’ katanya. 

Asisten I Setda Kabupaten Merauke, Drs Agustinus Joko Guritno,  menjelaskan, dalam  upaya pembangunan diperlukan tehnologi yang modern yang  disesuaikan dengan perkembangan jaman. Karena itu, inovasi   harus terus dilakukan bagi aparat birokrat. ‘’Karena kita  menghadapi dunia modern dan ada banyak hal yang harus kita sesuaikan dengan perkembangan jaman untuk memperoleh data,’’  katanya.

Ditambahkan, kegiatan ini   sangat mempermudah pemerintah dalam memperoleh data  terutama tugas pokok Dinas Kehutanan dan Perkebunan serta instansi teknis lainnya di Merauke. ‘’Tentunya, hal itu sangat memerlukan data pemetaan hutan dan lahan yang dipergunakan untuk kepentingan pemerintah maupun masyarakat sehingga  dengan pemanfaatkan tehnologi ini bisa diperoleh secara akurat dan detail. Tidak membuat sebuah perkiraan yang bisa menyimpang,’’  tambahnya. (02/mc.merauke/eyv)

Terakhir diperbarui: