Kabupaten Merauke, Papua Selatan
Berita

Dinkes Bersama Pos POM Sidak di Toko dan Swalayan

IIriani
2,925 views
2 menit baca
Dinkes Bersama Pos POM Sidak di Toko dan Swalayan
Bagikan:
Dinkes Bersama Pos POM Sidak di Toko dan Swalayan

Setelah melakukan sidak dengan pihak Polres Merauke beberapa waktu lalu dengan sasaran distributor-distributor, maka giliran toko-toko  menjadi sasaran pemeriksaan secara mendadak oleh Pos Pengawasan Obat Makanan (POM)  bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, Rabu (22/6).

Toko-toko yang menjadi sasaran sidak ini adalah toko, swalayan yang berada di sepanjang jalan Raya Mandala Merauke. Hanya  saja, dalam sidak itu,  tinggal sedikit makanan dan minuman kadaluarsa yang berhasil ditemukan petugas. 

Kepada wartawan,  Kepala Pos POM Merauke Herianto Baan  menjelaskan, sidak yang dilakukan ini kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dalam rangka memberikan perlindungan  kepada masyarakat agar terhindar dari pembelian makanan dan minuman kadaluarsa.

“Ada kebiasaan masyarakat yang tidak memperhatikan secara saksama apakah barang yang dibelinya itu layak dikonsumsi atau tidak, terutama masalah masa pemakaian dari barang tersebut.   Sudah Kadaluarsa atau  belum,’’ katanya.

Hanya saja, diakui    Herianto Baan, dalam sidak yang dilakukan ini  pihaknya tidak menemukan banyak barang kadaluarsa.

“Kita hanya menemukan satu dua barang kadaluarsa, dan itu langsung kita memusnahkan di tempat. Kemudian kita mengingatkan kepada pemilik toko untuk   tetap memperhatikan masalah ini,’’ katanya.

Dikatakan, selain itu yang menjadi fokus pihaknya adalah  parcel. Sebab, saat  ini banyak beredar parcel sehingga pihaknya fokus pada pembuatan parcel di toko-toko mengantisipasi agar produk parcel yang dijual tidak kadaluarsa, rusak dan sebagainya. 

Produk yang dijual tidak boleh mengandung babi dan minuman keras. Lalu  yang dijual adalah batas kadalauarsanya minimal   6 bulan. Itu yang  bisa dibuat parcel.

Karena produk yang kadaluarsanya  kurang dari 6 bulan harus diantisipasi jangan sampai saat dibuka itu sudah kadalaursa. “Karena parcel itu  tidak langsung di konsumsi tapi dipajang beberapa bulan baru dikonsumsi,’’ katanya.

Dikatakan selain toko-toko, sasaran berikutnya adalah  kios-kios. Herianto Baan meyakini di kios-kios juga kadang banyak makanan dan minuman kadaluarsa yang tetap dijual. ‘’Sehingga harus diantisipasi,’’ katanya.

Hanya saja diakui, keterbatasan personil menjadi kendala pihaknya untuk bisa menjangkau seluruh kios yang ada di Merauke tersebut.

Sumber : InfoPublik Merauke

Terakhir diperbarui: