Kabupaten Merauke, Papua Selatan
Berita

Dinsos Kabupaten Merauke Akan Bangun 244 Unit Bantuan Rumah Masyarakat

AAdmin Portal
2,197 views
2 menit baca
Bagikan:
Dinsos Kabupaten Merauke Akan Bangun 244 Unit Bantuan Rumah Masyarakat

Merauke, InfoPublik-  Tahun 2015 ini, Pemerintah melalui Dinas Sosial Kabupaten Merauke, kembali membangun ratusan bantuan rumah bagi warga kurang mampu. 

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Merauke Ir. Latang ditemui Media Center Kamis (29/5) mengungkapkan, pada tahun 2015 ini, akan dibangun total 244 unit rumah melalui Dinas Sosial yang bersumber dari APBD Kabupaten Merauke maupun dari APBN.  

Melalui APBD Kabupaten Merauke tahun 2015, jelas Latang,  akan dibangun 69 unit rumah yang tersebar di 4 Kampung dan kota, masing-masing  Kampung Padua sebanyak 27 unit, Kampung Teri  sebanyak 18 unit, Kampung 

Komolom sebanyak 14 unit dan di Kota ada 5 unit  yang diperuntukan bagi janda dua. ‘’Selain itu, kita juga  melakukan rehab rumah masyarakat Kelurahan Samkai untuk 40 unit rumah dengan mengganti atap dan memasang tegel,’’ katanya.

Selain   itu, jelasnya, juga  ada bantuan seng dan paku di Kampung Wamal bagi 60 Kepala Keluarga. ‘’Pemasangan dilakukan secara swadaya yang dikoordinir kepala kampung setempat. Semuanya ini didanai dari APBD Kabupaten Merauke,’’ terangnya.

Selain dari APBD Tersebut,   ungkap Latang, pihaknya juga membangun  175 unit rumah masyarakat yang didanai dari APBN tahun 2015. Rumah yang akan dibangun  ini tersebar di  11 kampung yang umumnya berada di daerah-daerah garis perbatasan.

Ke-11 kampung tersebut   adalah Buepe sebanyak 50 unit, Onggaya sebanyak 10 unit, kuler 10 unit. Lalu Kampung Yanggandur 10 unit, Sota 20 unit. Kemudian Erambu 10 unit, Torai 10 unit, Kuwel 10 unit, Bupul Kampung 10 unit, Tanas 10 unit dan Muting Kampung 20 unit.

‘’Untuk  Kampung Oanggaya dan Kuler tahun 2014 memang sudah dapat  bantuan perumahan tapi tahun ini ada tambahan masing-masing 10 unit lagi,’’ jelasnya.  

Latang mengungkapkan, kampung-kampung yang   mendapatkan bantuan perumahan ini masuk dalam kategori  masyarakat adat terpencil.  ‘’Soal harga setiap  rumah, bervariasi tergantung  tingkat kesulitan mulai dari tertinggi  Rp 190-an juta perunit,’’ terangnya.   

Diharapkan, masyarakat yang menerima  bantuan rumah tersebut dapat memanfaatkan dengan baik sehingga kesejahteraan mereka meningkat.  ‘’Rata-rata rumah yang dibangun adalah rumah ukuran  tipe 36,’’ tambahnya. (02/mcmerauke/Kus)

Terakhir diperbarui: