FKPT Papua Selatan–BNPT RI Perkuat Sinergi Pencegahan Terorisme, Tekankan Benteng Keluarga dan Kearifan Lokal

Merauke, Papua Selatan — Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Papua Selatan menggelar pertemuan koordinasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) sebagai langkah memperkuat sinergi pencegahan radikalisme dan terorisme di wilayah Papua Selatan. Pertemuan ini menjadi ruang menyamakan persepsi, memperkuat komunikasi lintas sektor, serta merumuskan langkah strategis pencegahan berbasis kearifan lokal. Kegiatan koordinasi tersebut dilaksanakan di Ballroom Hotel Swiss-Bel, Merauke, pada Senin, 14 Oktober 2025 pukul 13.00 WIT. Pertemuan dihadiri sejumlah unsur strategis, antara lain perwakilan TNI (Pangdam XXIV/Mandala Trikora c.q. Asisten Teritorial dan Asisten Intelijen), Kesbangpol Provinsi Papua Selatan, LO Polda Papua Selatan, Kapolres Asmat, Kanwil Kemenag Papua Selatan, Rektor Universitas Musamus, Badan Pengembangan Riset dan Inovasi Daerah, Ketua FKUB Papua Selatan, serta jajaran pengurus FKPT Papua Selatan (±20 peserta). Dalam laporan kegiatan, pertemuan ini juga berlandaskan regulasi dan pedoman yang menguatkan mandat pencegahan, termasuk UU Nomor 5 Tahun 2018 dan Peraturan Kepala BNPT Nomor 2 Tahun 2023, serta surat BNPT terkait monitoring pelibatan masyarakat melalui FKPT Papua Selatan.
Ketua FKPT Papua Selatan Drs. Agustinus Joko Guritno, M.Si menegaskan bahwa FKPT Papua Selatan dibangun sebagai wadah kolaborasi yang merangkul unsur pemerintah, tokoh agama, akademisi, perempuan, hingga pemuda. Dengan pendekatan komprehensif tersebut, FKPT diharapkan mampu menjadi motor penggerak pencegahan sejak dini, sekaligus memperkuat persatuan sosial di tengah keberagaman masyarakat Papua Selatan.
Sementara itu, perwakilan BNPT RI melalui Kol. (Sus) Dr. Harianto, M.Pd (Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat) menekankan bahwa pencegahan terorisme saat ini harus semakin menaruh perhatian pada ketahanan keluarga dan perlindungan anak, mengingat kelompok usia muda menjadi sasaran rentan paparan paham radikal—terutama melalui ruang digital. Ia juga mendorong agar strategi pencegahan memasukkan pendekatan yang lebih manusiawi dan kontekstual, termasuk dukungan psikologis, terutama bagi perempuan yang kerap memiliki keterikatan emosional kuat sehingga membutuhkan penanganan yang lebih spesifik.
Selain penguatan dari sisi keluarga, forum juga menggarisbawahi pentingnya sinergi tulus antar-lembaga dan seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi yang rapi—tanpa ego sektoral—dinilai menjadi kunci agar program pencegahan berjalan efektif, berkelanjutan, dan tepat sasaran. Dalam konteks yang lebih luas, BNPT RI juga mendorong penguatan komunikasi publik dan dialog yang lebih baik untuk menjaga citra Indonesia di tingkat nasional maupun internasional, khususnya dalam isu keamanan, radikalisme, dan Papua.
Adapun pokok pembahasan yang mengemuka dalam pertemuan meliputi: penguatan kapasitas masyarakat untuk deteksi dini potensi radikalisme, pembentukan jejaring informasi FKPT–BNPT hingga tingkat kabupaten/kota, penguatan peran tokoh agama dan lembaga pendidikan dalam kontra-narasi, penegasan dukungan pemerintah daerah terhadap program pencegahan, serta sinergi dengan aparat keamanan TNI/Polri. Forum juga memuat pemaparan situasi dan isu terkait aksi radikalisme di Kabupaten Asmat sebagai bahan kewaspadaan bersama.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi program BNPT dan FKPT Papua Selatan, sekaligus menghasilkan sejumlah rekomendasi tindak lanjut. Rekomendasi tersebut antara lain penyelenggaraan sosialisasi lanjutan di tingkat kabupaten/kota, pembentukan tim kerja bersama untuk implementasi hasil pertemuan, penguatan dukungan pemerintah daerah, serta peningkatan pemberdayaan masyarakat dan peran pendidikan sebagai pilar ketahanan sosial. Dengan pertemuan ini, FKPT Papua Selatan dan BNPT RI menegaskan komitmen bahwa pencegahan terorisme bukan hanya urusan aparat, melainkan kerja bersama yang mengutamakan penguatan keluarga, pendidikan, jejaring masyarakat, dan kearifan lokal—demi Papua Selatan yang aman, damai, dan harmonis.
Galeri Foto
3 foto dalam galeri berita ini. Klik untuk melihat ukuran penuh.