Kabupaten Merauke, Papua Selatan
Berita

Kadis P dan P Temui Anak-Anak Aibon di SMP-SMA Satu ATAP

AAdmin Portal
2,715 views
2 menit baca
Bagikan:
Kadis P dan P Temui Anak-Anak Aibon di SMP-SMA Satu ATAP

Merauke, InfoPublik -  Setelah  sehari sebelumnya Sekretaris Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dinas P dan P) Kabupaten Merauke  Benhur Rentandatu menemui anak-anak Aibon  yang sedang menjalani program pendidikan pada SMP-SMAN Satu Atap Wasur di SD YPK  Ermasu-Merauke, giliran  Kepala Dinas P dan P Kabupaten Merauke Yohanes Samkakai,  melakukan hal yang sama.

Di hadapan orang tua dan wali dari anak-anak Aibon tersebut,  Kamis (9/7), Yohanes Samkakai  minta orang tua  untuk mendukung program yang sedang dilaksanakan Kepsek  SMP-SMAN Satu Atap Wasur Sergius Womsiwor tersebut. Sebab,   jika saling mendukung  antara satu dengan yang lainnya, jelas  Kadis Yohanes Samkakai, maka program ini akan   berjalan dengan baik.

‘’Ini adalah sebuah penyelamatan yang diprakarsai oleh Bapak Sergius Womsiwor. Penyelamatan terhadap generasi bangsa terutama terhadap anak-anak Papua. Dari sekian anak-anak kita   yang tidak tersentuh pendidikan, mungkin Bapak Womsiwor merupakan sosok dapat membuat  sebuah terobosan,’’ katanya.

Ia meminta kepada orang tua  anak tersebut untuk tidak melihat anak-anak mereka tidak bisa diselamatkan.  Sebab, jika Tuhan menyelamatkan UmatNya,   maka harus memiliki komitmen untuk menyelamatkan anak-anak tersebut.  Yohanes menyebut, anak-anak tersebut mengalami  kecelakaan sehingga  yang dilakukan sekarang ini adalah memberikan pertolongan .

‘’Saya harap apa yang Pak Womsiwor gagas ini harus kita dukung secara bersama. Saya minta komitmen dari pada orang tua dan wali  orang tua, untuk memberikan dorongan  kepada anak-anak kita. Ini baru  sebagian kecil dari yang  masih banyak berkeliaran,’’ katanya.  

Kadis Yohanes Samkakai menyatakan akan terus dan tetap memberikan support apa yang dilakukan terhadap anak-anak tersebut.  ‘’Kalau propososal masuk tanpa ada bukti, kadang meragukan. Tapi ini bukti nyata. Dimana  Pak Womsiwor sudah membuat sebuah terobosan yang dapat memberikan secerca harapan bagi anak-anak kita demi masa depannya,’’ tambahnya.

Untuk   diketahui, sebanyak  41 anak-anak aibon  tersebut  mengikuti pendidikan di SD YPK Ermasu Merauke tersebut. Disebut anak Aibon, karena tiap hari anak-anak  tersebut menjadi pemulung  barang bekas. Hasilnya, mereka belikan  lem aibon kemudian  mereka hisap.   

Sementara itu, Kepsek  Sergius Womsiwor berharap, Pemerintah daerah melalui Dinas P dan P segera bisa membangun rumah singga bagi  anak-anak korban aibon tersebut.  Anak-anak Aibon ini sendiri berumur antara 12-15 tahun. (02/mcmerauke/Kus)  

Terakhir diperbarui: