Menyusuri Aksesibilitas Infrastruktur, Menemukan Arti Kebersamaan di Selil-Kindiki


Dokumentasi Tim Bersama Puskesmas Ulilin
Foto: Dok. Tim 18 Patriot Koridor Pangan
Ulilin, Papua Selatan - Perjalanan menuju Kampung Selil dan Kindiki, bukan perjalanan yang singkat. Bagi Tim Ekspedisi Patriot (TEP) UGM, perjalanan ini menjadi pengalaman dan pelajaran dalam melihat lebih dekat bagaimana kondisi infrastruktur dan keterbatasan akses memengaruhi kehidupan masyarakat di kawasan perbatasan.
Pada 20 September 2026, Tim Ekspedisi Patriot UGM PS0018 2026 memulai perjalanan dari simpang Ulilin menuju Kampung Selil. Perjalanan darat selama kurang lebih satu jam menuju dermaga, titik awal perjalanan berikutnya menyusuri jalur sungai menggunakan longboat. Dari dermaga, dibutuhkan sekitar dua jam perjalanan air untuk mencapai Kampung Selil, dan sekitar tiga jam dari Selil menuju Kindiki.
Perjalanan panjang tersebut menjadi gambaran awal tentang aksesibilitas yang dihadapi masyarakat. Jarak yang tampak berdekatan pada peta, dalam kenyataan membutuhkan waktu dan moda transportasi yang tidak sederhana untuk menghubungkan satu kampung dengan lainnya.
Dalam kunjungan ini, tim bergabung bersama Puskesmas Distrik Ulilin untuk memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat. Tim infrastruktur TEP UGM turut berkolaborasi dengan tim kesehatan lainnya dalam mendukung pelaksanaan pelayanan tersebut.
Di sela kegiatan pelayanan puskesmas, tim menyusuri jalan-jalan kampung, mengamati kondisi akses, serta mendokumentasikan berbagai tantangan infrastruktur yang dijumpai. Pengamatan ini menjadi bagian dari upaya memahami kondisi konektivitas kawasan, bukan hanya melalui data dan peta, tetapi melalui pengalaman langsung di lapangan.

Dokumentasi Tim Menyusuri Kampung Kindiki
Foto: Dok. Tim 18 Patriot Koridor Pangan
Ketika Air Menjadi Persoalan Sehari-hari

Dokumentasi Tim melihat Sumur Warga
Foto: Dok. Tim 18 Patriot Koridor Pangan
Di Selil dan Kindiki, keterbatasan akses tidak hanya berkaitan dengan perjalanan dan kondisi jalan. Ketersediaan air juga menjadi persoalan yang nyata. Tim menjumpai kondisi air yang sangat terbatas. Termasuk sulitnya memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menyusutnya permukaan air sungai terlihat jelas di sekitar dermaga. Perahu yang biasanya menjadi penghubung mobilitas masyarakat tampak berada jauh dari tepian dermaga akibat penurunan muka air.

Dokumentasi Dermaga Selil
Foto: Dok. Tim 18 Patriot Koridor Pangan
Pemandangan tersebut menjadi gambaran nyata kondisi lingkungan dapat mempengaruhi aksesibilitas masyarakat. Ketika permukaan air menyusut, mobilitas melalui jalur sungai menjadi lebih sulit, sementara sungai tetap menjadi bagian penting dari konektivitas kampung.
Bagi tim, kondisi ini memberikan perspektif baru bahwa persoalan infrastruktur di kawasan tidak dapat dipahami hanya dari kondisi jalan darat, Konektivitas masyarakat juga berkaitan erat dengan sungai, ketersediaan air, serta kemampuan masyarakat dalam menjangkau layanan dasar.
Tiga Hari yang Mengajarkan Banyak Hal
Pada 23 September 2026, tim memulai perjalanan kembali. Tiga hari mungkin belum cukup untuk memahami seluruh persoalan yang dihadapi masyarakat Selil dan Kindiki. Namun, waktu tersebut menyisakan banyak pelajaran tentang makna aksesibilitas, keterbatasan infrastruktur, dan pentingnya kehadiran pelayanan dasar bagi masyarakat.
Salah satu pengalaman yang membekas terjadi ketika tim dalam perjalanan kembali. Terdapat seorang pasien ibu hamil yang membutuhkan rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai. Situasi tersebut kembali memperlihatkan bahwa aksesibilitas bukan sekadar persoalan jarak atau waktu tempuh, melainkan juga menyangkut kesempatan seseorang untuk memperoleh pertolongan ketika dibutuhkan.
Perjalanan menuju fasilitas kesehatan menjadi proses panjang dan membutuhkan dukungan berbagai pihak. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman lebih mendalam kepada tim tentang pentingnya konektivitas antar kampung, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok dan barang penting, namun terkait keterhubungan dengan layanan kesehatan dan layanan dasar lainnya.

Dokumentasi Tim
Foto: Dok. Tim 18 Patriot Koridor Pangan
Bagi Tim Ekspedisi Patriot UGM, perjalanan ke Selil dan Kindiki bukan semata-mata agenda survei infrastruktur. Kebersamaan dengan masyarakat, kolaborasi bersama tenaga kesehatan, serta pengalaman menyaksikan langsung tantangan akses menjadi bagian penting dari proses memahami kawasan.
Tiga hari memang belum cukup untuk menjawab seluruh persoalan. Namun, tiga hari tersebut memiliki arti besar bagi tim untuk belajar, mendengar, dan memahami bahwa di balik setiap ruas jalan, jalur sungai, dan dermaga, terdapat kehidupan masyarakat yang bergantung pada akses yang tersedia.
Sebab, pada akhirnya, membangun konektivitas bukan hanya tentang menghubungkan satu titik dengan titik lainnya, melainkan tentang membuka jalan bagi masyarakat untuk menjangkau kehidupan yang lebih baik.

Dokumentasi Tim
Foto: Dok. Tim 18 Patriot Koridor Pangan
Komentar
Tinggalkan komentar Anda
Komentar akan ditinjau terlebih dahulu sebelum ditampilkan.