Kabupaten Merauke, Papua Selatan
Berita

Pemkab Merauke Kembangkan Ubi Jalar Sebagai Produk Unggulan

AAdmin Portal
5,718 views
2 menit baca
Pemkab Merauke Kembangkan Ubi Jalar Sebagai Produk Unggulan
Bagikan:
Pemkab Merauke Kembangkan Ubi Jalar Sebagai Produk Unggulan

Merauke, InfoPublik  -  Pemerintah Kabupaten Merauke berupaya akan mengembangkan ubi jalar atau Telo sebagai salah satu produk unggulan di Merauke. Sebab, kabupaten Merauke  yang  memiliki wilayah yang umumnya darat dan luas sangat berpotensi untuk pengembangan telo tersebut. 

Karena itu, Pemkab Merauke  saat ini melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Merauke  menggandeng UGM untuk melakukan studi kelayakan pengembangan ubi jalar atau Telo tersebut khususnya  ubi jalar warga ungu.

‘’Pemerintah Kabupaten Merauke saat ini terus berupaya untuk  mengembangkan Telo ini sebagai salah satu produk unggulan daerah kedepan,’’ kata Asisten   I Setda Kabupaten Merauke Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Merauke Drs Agustinus Joko Guritno ketika membuka FGD I Studi Pengembangan Telo dan Pengolahannya di Merauke, berlangsung di ruang rapat Bappeda Kabupten Merauke, Rabu,  (4/11).   

Kepada UGM yang melakukan studi kelayakan tersebut, Joko Guritno, mengharapkan agar dilakukan secara konfrehensif mulai dari masalah penentuan varitas,  daerah-daerah pengembangan sampai  pada kelompok masyarakat mana yang bisa untuk mengembangkan ubi jalar tersebut. 

‘’Kalau studi kelayakan ini sudah jadi harus segera ditindaklanjuti. Jangan sampai  nanti hanya menjadi bunga-bunga memenuhi  lemari dari  Bappeda. Padahal, untuk melakukan kajian seperti ini uang yang   dipergunakan tidak sedikit,’’ katanya.

Apalagi, lanjutnya, sudah ada kerja sama  antara Pemerintah Kabupaten Merauke dengan Republik Telo sudah go Internasional dimana  sudah mengekspor hasil produksi Telonya ke Jepang maupun Hawaii. Menurut Joko, dalam mengembangkan ubi jalar tersebut, Republik  Telo  mempergunakan masyarakat sekitar pabrik sebagai plasma dalam memperlancar usahanya.

‘’Nah, dalam studi ini harus  dikaji apakah masyarakat ini  bisa dijadikan plasma  telo ini. Jangan sampai  kita membuat produk ini sebagai salah satu unggulan daerah tapi dari masyarakat tidak lancar,’’ katanya.

Namun  begitu, terang  Joko Guritno bagaimanapun masyarakat  harus diberdayakan karena salah stau tujuan dari pembangunan tersebut adalah  mensejahterahkan masyarakat. 

‘’Memang untuk merubah karakter masyarakat dari budaya peramu menjadi masyarakat yang berpenghasilan tetap  misalnya di pertanian tidak semuda  membalik telapak tangan. Dibutuhkan  waktu dan kesabaran dan pendampingan untuk masyarakat secara perlahan bergeser dari peramu menjadi masyarakat yang bisa berpenghasilan tetap,’’ tambahnya.  

Wilayah pengembangan ubi jalar ini hampir berada di seluruh distrik di Merauke namun pengembangan terbesarnya selama ini berada di Distrik Tanah Miring kemudian Jagebob, Sota, Waan, Malind,   Kurik, Naukenjerai, Semangga, Elikobel, Merauke  dan 10 distrik lainnya. (02/mc.merauke/eyv)

Terakhir diperbarui: