Kabupaten Merauke, Papua Selatan
Berita

Pemprov Papua Bakal Bangun Dua Gudang Beras Di Merauke

AAdmin Portal
2,945 views
3 menit baca
Bagikan:
Pemprov Papua Bakal Bangun Dua Gudang Beras Di Merauke

Merauke, InfoPublik -   Dalam rangka mewujudkan rencana Gubernur Papua, Lukas Enembe, untuk pengadaan beras dari Merauke bagi seluruh pegawai  Pemprov Papua, maka   Pemerintah Provinsi Papua akan segera membangun dua gudang beras berkapasitas total 7.000 ton. Masing-masing gudang yang dibangun Pemprov Papua  memiliki kapasitas 3.500 ton.

Pada pertemuan antara Kepala Badan  Percepatan Pembangunan Provinsi Papua Ir. Omah Laduani Ladamay, M.Si dan Kepala Dinas Tanaman Pangan Provinsi Papua Ir.  Samuel Siriwa  dan Kepala Bulog Devisi Regional Papua dan Papua Barat, Arif Mandu, dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Merauke, Drs Daniel Pauta,  Selasa ,(3/3) mengungkapkan, pembangunan  2 gudang ini akan  dimulai tahun 2016 mendatang.

‘’Tahun ini dimulai dengan perencanaan dan pengadaan lahan atau lokasi pembangunan gudang. Sedangkan  pembangunan fisiknya sendiri akan dilakukan tahun  2016,’’ kata  Omah Laduani Ladamay yang juga mantan Kepala Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Merauke ini.

Menurut  pria kelahiran  Merauke ini,  pembangunan gudang pertama akan dilakukan di Kurik sedangkan pembangunan gudang  kedua akan di lakukan di Kurik dengan kapasitas masing-masing 3.500 ton. ‘’Kalau di Kurik, tanahnya tidak ada masalah lagi. Sementara  untuk Semangga, Pemda Merauke yang menyanggupi untuk segera menyiapkan  lahannya,’’ terangnya. 

Selain akan dibangun dua gudang dari pemprov tersebut, jelas Laduani, juga dari Bulog  akan membangun gudang dengan kapasitas yang sama sehingga nantinya akan ada tambahan gudang dengan kapasitas 10.500 ton.  Hanya saja diakui OMah Laduani yang menjadi permasalahan dalam meningkatkan produksi petani di Merauke adalah masalah mekanisasi, sehingga  mulai tahun ini dilakukan pengadaan peralatan mesin pertanian (Alsinta) tersebut.

‘’Nanti kita cros cek peralatan mana yang kurang dan harus kita sharing antara Pemerintah  Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Merauke,’ terangnya.  Termasuk yang menjadi  permasalahan adalah alat pengering terutama panen di saat musim hujan. Termasuk alat tanam.

Persoalan lainnya, tambah  Laduani menyangkut air terutama di musim kemarau.  Menurut dia, sebelumnya pihaknya sudah  mengkoordinasikan masalah air tersebut dengan Balai Sungai dan  Rawa  terkait penanganan waduk dan rawa-rawa. ‘’Kita harus support betul-betul supaya ketersediaan air di musim gadu mencukupi   dan kita bisa menambah luasan areal di musim tanam gadu,’’ terangnya. 

Sementara itu, Sekda Merauke Drs Daniel Pauta menjelaskan yang menjadi  persoalan utama yang selalu dihadapi petani adalah masalah air di musim kemarau. ‘’Kalau air tersedia maka dapat dipastikan kita panen minimal 2 kali dalam setahun,’’ ujarnya.

Luasan yang produktif sampai  saat ini telah mencapai 38.000 hektar. ‘’Kalau musim gadu, kadang  yang bisa ditanami tidak lebh dari 50 persen karena masalah ketersediaan air. Padahal di musim  gadu,   biasanya produksi padi jauh lebih baik. Sehingga air memang memegang peranan penting,’’ terangnya.    (02/MC.Merauke/Eyv) 

Terakhir diperbarui: