Kabupaten Merauke, Papua Selatan
Berita

Pertamina Merauke Tunggu Rekomendasi Alokasi BBM Subsidi Untuk Petani

AAdmin Portal
3,450 views
2 menit baca
Bagikan:
Pertamina Merauke Tunggu Rekomendasi Alokasi BBM Subsidi Untuk Petani

Merauke, InfoPublik -  Hingga saat ini, Pihak  Pertamina belum bisa menunjuk Agen Penyalur Minyak dan Solar ( APMS ) di mana saja yang akan melayani kebutuhan petani  pada musim tanam Gadu atau musim tanam dua kali  tahun ini.

Sebab, sampai sekarang ini, Pertamina Depot Merauke masih menunggu rekomendasi dan daftar kebutuhan yang akan diberikan oleh Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Merauke.

‘’Sampai  sekarang, kita masih menunggu rekomendasi dari Dinas Tanaman Pangan dan daftar kebutuhan sebagai dasar bagi kami untuk mengajukan ke pimpinan atas  untuk mendapatkan persetujuan penambahan kuota pada APMS yang akan  ditunjuk untuk melayani para petani nantinya,’’ kata Kepala Pertamina Depot Merauke ,Isak Rumadas ditemui  wartawan di ruang kerjanya, Kamis, (21/5).

Menurut Isak,  jika pihaknya sudah mendapatkan rekomendasi dan daftar kebutuhan dari Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Merauke tersebut, maka pihaknya akan segera menyampaikan ke Kantor Pertamina Wilayah yang ada di Jayapura.

Pihaknya  di Merauke, menurutnya, tidak  mempunyai  kewenangan  untuk menjawab dan menentukan karena pihaknya hanya bersifat operasional. Sedangkan menyangkut kebijakan  ada di pimpinan wilayah. Meski demikian,  mengikuti sebagai dasar  untuk mengajukan permohonan ke pimpinan wilayah tersebut,  syarat sebuah permohonan harus dilengkapi. Karena  yang diminta adalah BBM bersubsidi.

‘’Hal itu harus dipetakan. Berapa  jumlah kelompok tani, berapa luasan sawah yang akan diolah, kemudian berapa  alat pertanian yang digunakan. Karena ini bersubsidi, sehingga semua terdata dan jelas sehingga pengambilan jatah dari APMS dapat ditelusuri dan dimonitoring dengan baik,’’ terangnya.

Terkait musim tanam dua kali atau musim gadu, petani  di Merauke melalui instansi tehnis yakni Dinas Tanaman Pangan meminta alokasi BBM Bersubsidi bagi petani.  Permintaan BBM bersubsidi ini  agar biaya operasional yang dikeluarkan tidak terlalu memberatkan petani.

Karena  sekarang ini,  pertanian khususnya persawahan di Merauke sudah mengarah ke pertanian modern dimana  mulai pengolahan sawah sampai panen menggunakan mesin-mesin pertanian yang semuanya membutuhkan bahan bakar minyak atau BBM. Di satu sisi, selama ini  petani sulit mendapatan BBM berusbsidi. Berbeda dengan nelayan yang memang disediakan khusus depot pengisiannya. (02/MC.Merauke/Eyv)

Terakhir diperbarui: