Kabupaten Merauke, Papua Selatan
Berita

Presiden Jokowi Setuju Pembukaan Lahan Seluas 1,2 Juta Hektar di Merauke

AAdmin Portal
5,169 views
5 menit baca
Bagikan:
Presiden Jokowi Setuju Pembukaan Lahan Seluas 1,2 Juta Hektar di Merauke

Merauke, InfoPublik- Presiden   Jokowi menyetujui pembukaan lahan seluas 1,2 juta hektar menjadi lahan pertanian, khususnya persawahan  setelah mendengarkan paparan dari Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT tentang potensi  lahan pertanian  di Merauke. Karena itu, Presiden memberikan jangka waktu selama 3 tahun kepada Kementerian terkait, dalam hal ini Menteri PU dan Menteri Pertanian, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Merauke  untuk kerja sama membangun berbagai fasilitas tersebut  yang dimulai tahun ini.

Hal ini disampaikan Presiden Jokowi, saat  melakukan melakukan panen raya di Merauke di lahan PT Parama  Pangan  Papua, sistem pertanian  yang menggunakan mekanisasi, Dusun  Wapeko-Kampung Ivimahat Distrik Kurik-Merauke,Papua, Minggu  (10/5).

Menurut Presiden, dirinya telah mendengar dan mendapatkan  informasi terkait potensi pertanian di Merauke dimana  ada kurang lebih 4,6 juta hektar lahan yang posisinya datar yang memungkinkan  untuk dibuat sawah. Lalu dirinya, jelas Presiden memerintahkan untuk dilakukan identifikasi lagi. Setelah diidentifikasi  yang bisa dimungkinkan adalah seluas 2,5 juta hektar untuk dapat dikerjakan untuk sawah.

‘’Tapi yang paling siap adalah 1,2 juta hektar yang bisa mulai dikerjakan,’’ kata Presiden di hadapan ratusan petani saat dialog. .

Dirinya, kata Presiden,  harus jauh-jauh datang dari Jakarta ke Dusun Wapeko tersebut karena ingin melihat sendiri  keadaan lapangannya seperti apa. Biar pada saat memutuskan itu benar. Harus betul dan bermanfaatkan bagi masyarakat di Merauke. Jangan sampai keliru. Karena untuk mengolah dan menggarap lahan seluas 1,2 juta hektar tersebut membutuhkan anggaran  yang tidak sedikit. Triliunan  rupiah.

‘’Oleh sebab itu, saya sampaikan ada investor dan ada juga dari Negara melalui BUMN untuk  membawa  uang , traktor, benih, dan pupuk,’’ katanya.   

Dirinya, lanjut Presiden, telah bertanya ke Bupati  Merauke Drs Romanus Mbaraka, cara pembagian  jika dikerjakan investor seperti yang  dilakukan oleh PT Parama Pangan Papua. 

Kerja sama dengan PT Parama Pangan Papua, kata  Presiden, pembagiannya dilakukan  dengan cara dengan 70:30, dimana hasilnya 70 persen untuk perusahaan dan 30 persen untuk masyarakat pemilik hak ulayat. Dimana, pemilik   hak ulayat tidak kehilangan tanahnya, tapi mendapatkan hasil setiap panennya dan lebih dari itu masih dipekerjakan di lahan tersebut. 

Menurut Presiden, dengan lahan  seluas 1,2 juta hektar itu tidak mungkin dikerjakan dengan tangan. Tapi harus dengan mesin yang menurutnya belum ada di Indonesia tapi baru pertama kalinya ada di Merauke nanti.

‘’Di coba dan harus berhasil. Saya tidak tahu dan saya akan datangi terus ke Desa Wapeko. Jangan sampai keinginan kita semua gagal. Harus berhasil,’’ katanya.

Dikatakan, jika  1,2 uta hektar tersebut berhasil diolah dengan panen 3 kali dalam setahun, maka hasil yang akan diperoleh sebanyak 60 juta ton/tahun.   Yang berarti sama dengan produksi beras seluruh Indonesia

‘’Bayangkan kalau ini berhasil dan harus berhasil. Maka rakyat  di Merauke akan makmur. Tapi sekali lagi harus sungguh-sungguh kerja keras semuanya,’’ katanya.

Presidenpun kemudian memberi tenggang waktu selama 2 tahun kepada Menteri Pertanian namun oleh Menteri Pertanian menawarkan untuk jangka waktyu 3 tahun.

‘’Saya akan lihat perkembangannya dan 3 tahun harus tercapai. Itu juga jumlahnya rampung. Dan kita harapkan beras yang disini komoditas ekspor  sehingga ada ketergantungan di Merauke dan Indonesia karena prosuksinya sangat besar,’’ katanya.

Iapun mengharapkan  dukungan dari semua pihak, mulai dari tokoh  adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh stakeholder yang ada di Merauke ntuk mensukseskan cita-cita besar ini.

‘’Lahan 4,6 juta hektar bukan sebuah mimpi. Tapi keinginan dan kerja keras  kita itulah nantinya bisa terwujud atau tidak dan itu berada di tangan kita semua. Karena itu, saya sekali lagi titip  mari kita kerja keras dan nanti kita lihat hasilnya dalam waktu 3 tahun ini. saya menyakini itu akan memakmurkan rakyat,’’ harapnya. 

Dari 1,2 juta hektar itu, jelas Presiden, akan langsung dibuka sekitar 7.000 hektar serta membuka berbagai infrastrukturnya diantaranya irigasinya.

“Kira-kira untuk irigasinya tahun ini dibangun untuk sekitar 7.000 hektar,’’ jelasnya dalam sesi Tanya jawab dengan wartawan.

Selain pembukaan lahan 1,2 juta hektar, Presiden   juga setuju untuk menjadikan Merauke sebagai pusat pembenihan  dan pusat penelitian pertanian serta kemungkinan besar Merauke akan dijadikan sebagai kawasan khusus pangan  atau pertanian.

‘’Ini payung hukumnya ada. Karena menyangkut  jangka panjang,’’ kata Presiden. 

Sementara  untuk pendirian pabrik pupuk seperti yang diusulkan Bupati  Merauke, Presiden  mengaku akan melihat terlebih dahulu tambang gas yang ada di PNG sebagai bahan dari pembuatan pupuk tersebut. 

Sementara itu, Bupati Merauke  Drs Romanus Mbaraka menjelaskan, pengembangan sawah baru di Merauke diinisasi Pemerintah Kabupaten Merauke bekerja sama dengan kalangan usaha, perguruan tinggi, lembaga penelitian dan masyarakat pemilik hak ulayat.

Studi atau kajian pembukaan sawah baru di Merauke sudah dilakukan oleh kalangan perguruan tinggi  yakni UGM Yogjakarta dan Universitas Indonesia. Studi ini dilakukan secara konfrehensif mencakup berbagai aspek seperti kesesuaian lahan, konstyribusi terhadap perekonomian nasional, perekonomian daerah, termasuk masyarakat, social, lingkungan dan sebagainya.

Menurut Bupati Romanus Mbaraka, berdasarkan hasil penelitian tersebut mneyimpulkan bahwa lahan di Merauke  cocok untuk pengembangan pertanian padi skala luas dengan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi  diantaranya irigasi, ketersediaan infrastruktur seperti jalan dan jembatan, transportasi untuk alur bahan baku dan hasil produksi, ketersediaan sarana produksi pertanian berupa benih, pupuk, alat mesin pertanian.

Karena itu, kepada Presiden Jokowi, Bupati Romanus memohon  untuk dapat didirikan sejumlah fasilitas, diantaranya pabrik pupuk di Merauke, menjadikan Merauke sebagai pusat pembenihan nasional, menjadikan Merauke sebagai pusat penelitian pertanian, membangun waduk di sungai Bian  dan Sungai Kumbe, pembangunan irigasi primer, sekunder dan tersier dan pengadaan alat-alat alsinta.

Presiden Jokowi sendiri, tiba dengan pesawat Kepresidenan di Bandara Mopah Merauke  dari Jayapura Minggu (10/5) sekitar  pukul 10.00 WIT. Setelah  istirahat sejenak di  VIIP Room Bandara Mopah Merauke, Presiden bersama Ibu Negara dan rombongan  langsung menuju ke Dusun Wapeko tempat panen raya.

Sekitar  pukul 12.00 WIT, Presiden  dan rombongan tiba di tempat panen raya . Presidenpun langsung  menuju mesin perontok padi yakni Hasvester Kombaine  yang sudah disiapkan.   Setelah melakukan panenan secara simbolis dengan mesin perontok padi itu, Presiden  kemudian meninjau alat permesin lain yang  digunakan untuk menanam dengan sistem demplot.

Selanjutnya,  melepas sekitar 10.000  ikan ke long stroge sepanjang 8 kilometer.  Setelah itu,  kemudian berdialog dengan para petani yang menunggunya sejak pagi di  tempat tersebut.  Setelah berdialog, sekitar pukul 14.00 WIT, Presiden  Jokowi dan rombongan meninggalkan tempat acara. Dalam kunjungan ini tampak sejumlah Menteri Kerja. Termasuk Panglima TNI dan Kapolri  turut mendampingi Presiden dalam kunjungan kerja tersebut.  (02/mcmerauke/Kus)

Terakhir diperbarui: