Kabupaten Merauke, Papua Selatan
Pojok Merauke

Samakan Presepsi Untuk Wujudkan Swasembada Pangan Di Merauke

AAdmin Portal
3,196 views
2 menit baca
Bagikan:
Samakan Presepsi Untuk Wujudkan Swasembada Pangan Di Merauke

Merauke, InfoPublik – Korem 174/ATW dan Kodim 1707/Merauke bersama Dinas  Tanaman Pangan (DTP) Kabupaten Merauke mengumpulkan seluruh Babinsa, Gapoktan dan PPLdi Aula Makodim, Selasa (31/3), untuk menyamakan presepsi dalam rangka mewujudkan swasembada pangan di Merauke.

Danrem 174/ATW Brigjen TNI Supartodi seusai  pertemuan ini mengungkapkan, pertemuan ini lebih  untuk menyatukan  presepsi atau pemahaman di antara Babinsa yang  saat ini ditugaskan untuk mendampingi petani dalam mensukseskan keberhasilan pertanian di Merauke dengan para Gapoktan serta  PPL. 

Selain menyatukan presepsi, pertemuan yang dihadiri para kepala distrik, dan distributor pupuk bersubsidi tersebut, juga untuk dilakukan pengecekan terkait permasalahan pupuk  yang dinyatakan mengalami kelangkaaan. 

“Melalui pertemuan ini, semuanya sudah clear. Pupuk tidak langka, hanya   SK Bupati  yang menjadi dasar  RDKK itu yang selama ini  belum sampai ke pihak distributor,” katanya. 

Soal kepala distrik yang tidak hadir dalam pertemuan tersebut, Danrem mengaku akan memberikan penilaian.  Pertama, kemungkinan sakit atau ada halangan lain sedangkan kedua kemungkinan kurang respek terhadap kegiatan ketahanan pangan ini.

“Bagi kepala distrik yang kurang mendukung  kegiatan ketahanan pangan ini, datanya akan saya sampaikan ke Bupati,’’ jelasnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan  Kabupaten Merauke Ir Bambang Dwiatmoko menjelaskan hingga penutupan musim  tanam rendengan tahun 2014/2015 tepat tanggal 31 Maret 2015, total   yang sudah ditanami padi seluas 25.000 hektare dari target 42.000 hektare lebih.

Sedangkan kekurangannya akan dikejar di musim tanam gadu. Ia berharap sisa  target 18.000 hektare , bisa  terkejar  di musim gadu asalkan air tetap tersedia untuk lahan-lahan  yang akan ditanami tersebut.

Sementara itu, Dandim 1707/Merauke Letkol Inf. I Made Alit Yudana  mengingatkan para babinsa di lapangan  jika ada persoalan pupuk di lapangan untuk tidak bertindak sendiri-sendiri.

Namun seyogianya dilakukan kerjasama dan bersinergi dengan kepala distrik  dan Gapoktan untuk menyelesaikan   masalah yang muncul tersebut, guna mendapatkan hasil yang sama.

‘’Sebenarnya, tidak ada alasan pupuk langka karena dari hasil pengecekan, pupuk itu ada di distributor tinggal petani membelinya,” kata Dandim. (02/mcmerauke/toeb)

Terakhir diperbarui: