Kabupaten Merauke, Papua Selatan
Kesehatan

Tak Disadari, 7 Hal Menyenangkan Ini Bisa Bikin Badan Lebih Sehat

AAgustina Koliludjur
3,041 views
3 menit baca
Bagikan:
Tak Disadari, 7 Hal Menyenangkan Ini Bisa Bikin Badan Lebih Sehat

Jakarta - Banyak cara dilakukan orang untuk memiliki tubuh yang lebih sehat sepanjang hari. Mulai dari rajin olahraga, mengatur pola makan, istirahat cukup, sampai menghindari stres.

Selain cara-cara tersebut, ada beberapa hal tak terduga yang sebenarnya sering Anda lakukan sehari-hari namun tak disadarai bahwa kegiatan ini juga bisa membuat Anda lebih sehat. Inilah kegiatan tak terduga yang bisa membuat Anda lebih sehat, seperti dikutip dari news.com.au, Kamis (2/1/2014):

Bermain video games

Ini bukanlah 'mitos' buatan remaja di perkotaan karena bermain video games telah terbukti bisa membantu kemampuan dan mempertajam pikiran orang-orang lanjut usia. Sebuah permainan yang dirancang khusus bernama neuro Racer dimainkan oleh peserta studi berusia 60 sampai 85 tahun selama satu bulan.

Permainan ini berupa kegiatan mengemudi dengan mengidentifikasi tanda-tanda. Selama satu bulan peserta memainkan neoru racer, ditemukan bahwa keterampilan kognitifnya meningkat. Bahkan, mainan ini membantu meningkatkan memori jangka pendek dan fokus jangka panjang.

Bernyanyi berkelompok

Menurut peneliti di Swedia, menyanyi berkelompok bisa menambah rasa persatuan dan harmonisasi hati. Peneliti memantau denyut jantung penyanyi paduan suara dan melihat bagaimana denyut nadinya naik dan turun secara serempak seiring tempo musik. Pernapasan yang terkendali saat bernyanyi berkelompok juga memiliki efek yang sama seperti latihan pernapasan dalam yoga.

Pesimisme

Menjadi orang yang pesimistis bisa membuat hidup lebih lama. Peneliti di Jerman meminta 40.000 orang berusia 18-96 tahun menilai seberapa bahagia mereka dalam waktu lima tahun ke depan. Peneliti menemukan orang yang terlalu berlebihan berharap akan kesejahteraannya, sepuluh persen lebih tinggi mengalami kematian atau cacat selama penelitian.

"Pesimistis tentang masa depan bisa mendorong orang untuk hidup lebih hati-hati, memperhatikan kesehatan, serta waspada dalam mengambil tindakan," kata psikolog Freider Lang.

Memikirkan kembali masa-masa indah ketika Anda dihadapkan dengan masalah hidup saat ini bisa membantu melawan rasa kesepian dan cemas. Sebab, hiburan secara psikologis ini adalah cara mudah untuk mengatasi stres.

"Pengalaman yang berharga dan menyenangkan bisa meyakinkan bahwa kita adalah orang-orang yang memiliki kehidupan bermakna," kata psikolog Clay Routledge dari North Dakota State University.

Parasetamol

Selain mengobati sakit kepala, obat ini juga bisa digunakan untuk membantu Anda tetap tenang dan mengurangi rasa cemas. Peneliti di  University of British Columbia menemukan bahwa bahan utama obat ini, acetaminophen, bisa membuat peserta penelitian mengurangi rasa tertekan dan khawatirnya ketika diberi pertanyaan yang menakutkan.

Membaca cerita fiksi

Psikolog di New York menemukan bahwa membaca cerita fiksi bisa membuat orang lebih baik dan berempati. Sebuah studi melibatkan dua kelompok peserta yaitu yang membaca kutipan dari fiksi sastra dan kelompok lainnya yang membaca artikel non fiksi. Emosi mereka pun diukur melalui ekspresi wajahnya.

"Mereka yang membaca fiksi sastra dinilai memiliki emosi yang lebih tinggi karena fiksi membawa pembaca ke dalam kehidupan lain yang memaksa mereka merekonstruksi suatu karakter yang membawanya lebih dalam ke situasi sosial yang nyata," papar penulis studi Emanuele Castano.

Tabir surya

Peneliti di Australia mengatakan bahwa penggunaan tabir surya setiap hari bisa memperlambat penuaan kulit, mencegah keriput, dan membuat kulit lebih muda. Partisipan penelitian menggunakan tabir surya SPF 15 ke kepala, leher, lengan, dan tangan setiap pagi selama 4,5 tahun.

Hasilnya, mereka memiliki 24 persen lebih sedikit tanda-tanda penuaan. Sebab, seperti diketahui, penggunaan tabir surya bisa mencegah paparan sinar UV dari matahari yang bisa merusak kolagen, membuat penampilan kulit lebih gemuk dan mengalami penuaan.

www.detikhealth.com

Terakhir diperbarui: