Kabupaten Merauke, Papua Selatan
Berita

Tokoh Agama di Merauke Sepakat Tetap Jaga Kerukunan Antar Umat Beragama

AAdmin Portal
4,074 views
2 menit baca
Bagikan:
Tokoh Agama di Merauke Sepakat Tetap Jaga Kerukunan Antar Umat Beragama

Merauke, InfoPublik -  Tokoh-tokoh agama di Merauke  sepakat untuk tetap menjaga kerukuran umat beragama seperti yang sudah  tercipta selama ini selama bulan puasa bagi umat  Islam.

Kata sepakat ini  untuk tetap  menjaga kerukunan antar umat beragama tersebut terungkap dalam pertemuan antara pihak Polres Merauke dengan tokoh-tokoh  agama yang ada di Merauke dipimpin langsung  Wakapolres Merauke Kompol  Muhsin Ningkeula, SH berlangsung di Aula   Mapolres Merauke,  Senin (15/6). 

Pertemuan dengan tokoh-tokoh agama  dengan pihak Polres Merauke ini dilakukan  setelah sebelumnya dengan  para pengelola tempat hiburan di Merauke.

Wakapolres Merauke Muhsin Ningkeula, SH  saat memimpin pertemuan itu mengungkapkan,  tujuan dilaksanakanya kegiatan adalah untuk menyamakan presepsi dan meminta masukan dari para tokoh agama yang ada di Merauke. Sebab, dalam satu  bulan kedepan Umat Muslim di Merauke akan melaksanakan ibadah puasa.

‘’Sehingga diharapkan dari kita semua terutama dari umat-umat agama lain adanya pengertian dan saling menghargai dan menghormati sehingga  ibadah puasa bagi Umat Islam di Merauke berlangsung dengan baik,’’ katanya. 

Menurut Wakapolres, masalah  agama jika ada gangguan  yang sangat sensitive  terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang  terjadi di sejumlah daerah di  Indonesia. ‘’Tapi kita di Merauke bisa bersyukur. Alhamdullillah  sampai hari ini, Kabupaten kita ini masih aman terkendali,’’ katanya.

Secara umum, lanjut Wakapolres,  kasus kekerasan  yang terjadi di Merauke cukup tinggi baik pembunuhan, penganiayaan,  pemerkosaan, KDRT, perlindungan anak dan kasus kekerasan lainnya. Namun kasus  kekerasan yang terjadi itu belum mengganggu situasi secara umum karena kasus kekerasan yang terjadi itu antar individu.   ‘’Dan kita tidak harapkan  kasus individu meluas menjadi kelompok,’’ terangnya. 

Diakui Wakapolres, kasus kekerasan yang   terjadi selama ini umumnya  terjadi karena dipengaruhi minuman keras. Pihaknya sendiri, ungkap Wakapolres, sudah berbagai cara  yang digunakan dalam memberantas Miras khususnya  Miras lokal tersebut, namun  tak kunjung juga ada habisnya karena  berbagai cara juga dilakukan para pelakunya  dalam membuat miras lokal tersebut.

Karena  itu, ia meminta  kepada   para tokoh agama tersebut membantu  pihak Kepolisian mendukung dalam memberantas  pembuatan dan peredaran miras  lokal dan illegal tersebut untuk menyelamatkan generasi  penerus daerah dan bangsa ke depan. (02/mcmerauke/Kus) 

Terakhir diperbarui: