Kabupaten Merauke, Papua Selatan
Berita Lain

Umat Muslim Merauke Solat Ied Di Masjid Agung Al - Aqsa

AAdmin Portal
3,965 views
2 menit baca
Bagikan:
Umat Muslim Merauke Solat Ied Di Masjid Agung Al - Aqsa

Merauke, InfoPublik – Ribuan  Umat Muslim memadati Mesjid Agung Al-Aqsa Merauke mengikuti Solat Idul Fitri,  Jumat, (17/7).  Bahkan mereka  harus berjubel sampai ke Jalan Raya, Jalan Parako dan Jalan TMP Merauke.   Selain Mesjid Raya,  Umat Muslim Merauke juga melaksanakan Solat Idul Fitri di Lapangan Pemda, Jalan Brawijaya-Merauke  dan  Lapangan Auri, Spadem-Merauke.

Khotbah tersebut bertemakan Implementasi Puasa Ramadan Dalam Membentuk Kepribadian yang Utuh  Dalam meningkatkan Kepedulian Terhadap Semasa, Ustaz  Drs Saparuddin Latif, MM, Pembina  Pondok Pesantren DDI Mangkoso Kabupaten Baru, Sulawesi Selatan. Mereka yang didatangkan  oleh Pengurus PBHI Kabupaten Merauke.

Dalam kutbahnya, ia mengajak seluruh Umat Islam khususnya yang ada di Merauke untuk mensyukuri nikmat Allah yang diberikan dengan melaksanakan shalat Idul Fitri  sebagai salah sat bukti atas kemenangan umat Islam melawan godaan-godaan  setan yang tidak henti-hentinya menghalangi kehidupan manusia dalam menyelesaikan seluruh rangkaian amaliah Ramadan di tahun 1436 hijryah ini. 

Dikatakannya, setelah satu bulan Ramadan membentuk kepribadian kita, di samping  lebih taat beribadah kepadaNya, juga kita saling  mempererat tali   silahturahmi  agar kita dapat menjadi suatu bangsa yang kokoh dalam persatuan.

Rasulullah, kata Saparuddin Latif melarang umatNya  mengadopsi sifat teliga ada apa. Sebabnya dengan sifat teliga yag tidak bagus    untuk ditiru yaitu apabila teliga kiri sakit maka teliga kanan tidak pernah peduli terhadap apa yang diderita saudaranya itu.

Jangan kan  menjeguk, menegurpun tidak sehingga nilai persaudaraan  terpupus diantara mereka. ‘’Hal tersebut memberikan isyarat kepada  kita semua dari laarangan yang dimaksud Rasulullah untuk tidak meniru sifat  teliga bahkan apabila seseorang memeliki tetangga yang sedang kesusahan seakan-akan tidak pernah mendengar jeritan saudaranya,’’ katanya.

Rasulullah, katanya, melarang  manusia untuk tidak bersifat seperti mata. Karena mata juga memiliki sifat yang tidak baik  yairtu apabila mata kiri yang sakit maka tidak pernah seng jika tidak pindah penyakitnya ke mata sebelah kanan.

Hal yang dianjurkan  Rasulullah, menurutnya adalah meniru kedua belah tangan. Karena tangan memiliki sifat mulia, peduli, menghargai, suka menolong dengan toleransi yang tinggi terhadap sesamanya.

"Ketika tangan kiri gatal, kata dia maka dengan secepatnya atangan kanan  datang membantu tangan kiri menggaruk  rasa gatal yang diderita  tanpa pernah menununggu  undangan. ‘’Puasa  telah membentuk pribadi kita masing-masing kepedulian terhadap orang lain terutama terhadap fakir miskin dan anak-anak yatim piatu,’’ katanya (02/mc.merauke/eyv)

Terakhir diperbarui: