Kabupaten Merauke, Papua Selatan
Berita

12 Anak Asli Merauke Ikut Sekolah Penerbang

AAdmin Portal
2,529 views
2 menit baca
Bagikan:
12 Anak Asli Merauke Ikut Sekolah Penerbang

Berbagai terobosan dilakukan Pemerintah Kabupaten Merauke dalam rangka meningkatkan SDM di Merauke. Setelah  mengirim 50 anak ke Surya Institute dan sejumlah lembaga pendidikan lainnya, Pemkab Merauke kembali mengirim  12 anak asli Merauke ke Sekolah Penerbang Indonesia (SPI) di Bandung. 

"12 anak  yang akan kita berangkatkan ini merupakan hasil seleksi Tim bersama Sekolah Penerbangan Indonesia dari 52 anak," kata Bupati Merauke Drs Romanus  Mbaraka, MT, saat melepas keberangkatan anak-anak tersebut,  di Gedung Negara, Kamis (22/9). 

Menurut Bupati,  seluruh pembiayaan selama mengikuti pendidikan di Sekolah Penerbangan Indonesia itu akan dibiayai pemerintah yang bersumber dari dana Otsus. Bahkan, jika ada anak yang berprestasi, akan dikirim langsung ke Australia untuk mengikuti Pendidikan Pilot Boeing maupun tehnisi yang seluruhnya dibiayai Pemkab Merauke.

Kepada anak-anak yang diberangkatkan tersebut, Bupati  Romanus mengingatkan untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut tapi sebaliknya kesempatan tersebut harus digunakan dengan baik. "Satu nasehat saya, bahwa saya ini anak kampung seperti kalian. Bahwa Tuhan itu sangat  besar dan Tuhan tidak pernah memilih orang yang   lahir dari keluarga yang kaya atau bermandikan emas untuk menjadi manusia atau mendapatkan jabatan atau bisa masuk ke sekolah penerbangan. Tapi ternyata Tuhan datang untuk  seluruh umat manusia, masuk ke kepada semua   orang sekalipun orang yang sangat miskin dan tidak punya apa-apa serta tinggal daerah terpencil dan terisolasi. Ternyata kamu 12 orang ini diutus Tuhan," kata Bupati Romanus Mbaraka mengingatkan. 

Menurut  Bupati, jika  sekolah dengan baik, 18 bulan kemudian sudah bisa selesai pendidikan.   Selain itu, harus tetap  menjaga nama baik Pemerintah daerah maupun orang tua. "Jangan bikin malu  kita," jelasnya.   Bupati Romanus menambahkan, pemberangkatan  12 anak-anak asli Marind ke SPI tersebut merupakan sebuah sejarah baru. Karena selama ini, belum pernah ada anak asli Merauke   yang menjadi pilot, tehnisi maupun  pengelola bandara.  "Kalau sekarang kita  berteriak untuk menjadi tuan di negeri sendiri itu akan menjadi angin lalu, karena  kita tidak memiliki ijazah dan keterampilan di bidang ini. Tapi, kalau itu  sudah kita  miliki, pasti orang akan perhatikan," tambahnya. 

(sumber: cenderawasihpos)

Terakhir diperbarui: