Berita
Bupati Merauke Berikan Warning Berhenti Gali Pasir Bagi Warga Kampung Onggaya
Merauke, InfoPublik - Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT memberikan warning kepada warga Kampung Onggaya, Kuler, dan beberapa kampung lainnya yang ada di Distrik Naukenjkerai untuk berhenti menggali pasir pantai. Sebab, dengan pengalian pasir pantai yang dilakukan secara terus menerus akan merusak lingkungan dan itulah yang terjadi sekarang ini.
‘’Saya ingatkan kepada kita semua yang ada di Distrik Naukenjerai untuk stop gali pasir,’’ tandas Bupati Romanus, di hadapan warga Kampung Onggaya, saat Turkam ke Kampung Onggaya, Jumat (13/3).
Menurut dia, siapa yang mengali pasir merupakan sebuah pengkhiatan. Karena bagi Orang Marind, tanah memberikan rahmat dan kehidupan. Ia meminta agar tanah yang ada tersebut diolah dan hasilnya akan lebih banyak memberi manfaat ketimbang menggali danmenjual pasir yang justru akan mendatangkan malapetaka.
Bupati Romanus Mbaraka mengancam jika penggalian pasir masih terus terjadi, ia akan memutus jalan yang menghubungkan Merauke dengan sejumlah kampung yang ada di Distrik Naukenjerai tersebut. ‘’Biar nanti kita kembali seperti era tahun 1980-an yang menggunakan perahu,’’ katanya.
Namun jika masyarakat benar-benar berhenti menggali pasir maka ia berjanji jalan menuju Onggaya tersebut akan dibuat mulus.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Merauke Drs Ramadayanto mengaku jika pihaknya selama ini sudah bekerja semaksimal mungkin melarang warga setempat melakukan penggalian pasir di tempat yang sudah dilarang tersebut.
‘‘Tapi kalau masyarakat sendiri tidak mendukung maka jelas penggalian akan terus terjadi secara sembunyi-sembunyi,’’ katanya.
Ramadayanto menambahkan, selama ini pihaknya mengalami kendala karena masyarakat sendiri mendukung penggalian pasir secara ilegal tersebut. Apalagi dengan personil yang terbatas, sambung dia, pihaknya tidak mungkin setiap hari berada di TKP.
‘’Dan ada oknum-oknum tertentu dan pengusaha yang mendukung. Saya minta kepada pengusaha dan oknum tertentu tidak merusak lingkungan dengan mendukung melakukan penggalian pasir,’’ tambahnya. (02/mcmerauke/Kus)

0 komentar
belum ada komentar