Berita
Kadis P dan P Temui Anak-Anak Aibon di SMP-SMA Satu ATAP
Merauke, InfoPublik - Setelah sehari sebelumnya Sekretaris Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dinas P dan P) Kabupaten Merauke Benhur Rentandatu menemui anak-anak Aibon yang sedang menjalani program pendidikan pada SMP-SMAN Satu Atap Wasur di SD YPK Ermasu-Merauke, giliran Kepala Dinas P dan P Kabupaten Merauke Yohanes Samkakai, melakukan hal yang sama.
Di hadapan orang tua dan wali dari anak-anak Aibon tersebut, Kamis (9/7), Yohanes Samkakai minta orang tua untuk mendukung program yang sedang dilaksanakan Kepsek SMP-SMAN Satu Atap Wasur Sergius Womsiwor tersebut. Sebab, jika saling mendukung antara satu dengan yang lainnya, jelas Kadis Yohanes Samkakai, maka program ini akan berjalan dengan baik.
‘’Ini adalah sebuah penyelamatan yang diprakarsai oleh Bapak Sergius Womsiwor. Penyelamatan terhadap generasi bangsa terutama terhadap anak-anak Papua. Dari sekian anak-anak kita yang tidak tersentuh pendidikan, mungkin Bapak Womsiwor merupakan sosok dapat membuat sebuah terobosan,’’ katanya.
Ia meminta kepada orang tua anak tersebut untuk tidak melihat anak-anak mereka tidak bisa diselamatkan. Sebab, jika Tuhan menyelamatkan UmatNya, maka harus memiliki komitmen untuk menyelamatkan anak-anak tersebut. Yohanes menyebut, anak-anak tersebut mengalami kecelakaan sehingga yang dilakukan sekarang ini adalah memberikan pertolongan .
‘’Saya harap apa yang Pak Womsiwor gagas ini harus kita dukung secara bersama. Saya minta komitmen dari pada orang tua dan wali orang tua, untuk memberikan dorongan kepada anak-anak kita. Ini baru sebagian kecil dari yang masih banyak berkeliaran,’’ katanya.
Kadis Yohanes Samkakai menyatakan akan terus dan tetap memberikan support apa yang dilakukan terhadap anak-anak tersebut. ‘’Kalau propososal masuk tanpa ada bukti, kadang meragukan. Tapi ini bukti nyata. Dimana Pak Womsiwor sudah membuat sebuah terobosan yang dapat memberikan secerca harapan bagi anak-anak kita demi masa depannya,’’ tambahnya.
Untuk diketahui, sebanyak 41 anak-anak aibon tersebut mengikuti pendidikan di SD YPK Ermasu Merauke tersebut. Disebut anak Aibon, karena tiap hari anak-anak tersebut menjadi pemulung barang bekas. Hasilnya, mereka belikan lem aibon kemudian mereka hisap.
Sementara itu, Kepsek Sergius Womsiwor berharap, Pemerintah daerah melalui Dinas P dan P segera bisa membangun rumah singga bagi anak-anak korban aibon tersebut. Anak-anak Aibon ini sendiri berumur antara 12-15 tahun. (02/mcmerauke/Kus)

0 komentar
belum ada komentar